Trip ke Jepang kemarin masih menyisakan beberapa rasa penasaran dan keinginan untuk kembali lagi kesana. Masih berasa looh amaziiingnya menapaki negara maju satu itu dengan segala ketakjuban mengenai culture setempat, iklim disana, pemandangan dan kebersihannya, ketertibannya, lanscapenya, keramahannya yang pastinya tourist friendly banget.
Ini rasanya janji saya yang belum lunas untuk nulis itinerary tentang trip kami (saya dan suami) berdua di negeri sakura tersebut. With NO Tour Guide, NO Travel assistance, kita bener2 nyemplung berdua nekat seada-adanya deh. Untungnya suami bisa bahasa percakapan yang cukup bisa dimengerti tampaknya oleh orang Jepang. Nyasar sedikit gapapa lah.. maklum ngebolang dengan mengandalkan transportasi kereta dari satu kota ke kota lainnya disana yang jalurnya luar biasa rumit (aseli bagi orang awam kaya saya). Oleh karena itu, saya share dulu tips dan trik yang menurut saya bisa membantu untuk membolang di sana:
1. Persiapkan uang yen receh => sebenarnya ga perlu receh gapapa sih, mesin-mesin belanja disana sebenarnya bisa terima uang lembaran, tapi jika punya recehan sen atau yen bisa berguna untuk beli minum di vinding machine.
2. Udara di sana dinginn (kaya di puncak) tapi kering, so persiapkan baju dan aksesoris yang mendukung kita supaya tidak kedinginan. dan bawa selalu lipbalm supaya bibir tidak pecah-pecah. Udara dingin sewaktu-waktu di sana (karena saya ke sana belum full musim panas) juga bisa bikin hidung mimisan, jadi berhati hatilah.
Foto 1: Kami selalu pakai baju berbahan sweater atau min. 2 piece baju atasan untuk menahan badan dari dingin dan supaya tidak gampang masuk angin. Foto ini diambil ketika berkunjung ke Fuji Shiba- Sakura Festival.
3. Pelajari membaca peta kereta yang ada di website. Karena berbeda provider kereta bisa jadi berbeda jalur. Peta jalur kereta sebenarnya sangat lengkaap, hanya harus teliti saja membacanya, mereka juga memberikan warna2 jalur yang berbeda untuk memudahkan kita membacanya.
4. Perhatikan tujuan wisata kita, apakah mau mengeksplore lebih banyak di satu kota, atau kita ingin menjelajah ke beberapa kota yang berbeda setiap harinya. Makin jelas tujuan kita, semakin bisa kita saving budget dengan memaksimalkan penawaran tiket bundling. Misal: karena saya tujuannya ke beberapa kota (setiap hari berbeda kota) dengan jarak satu dan lainnya cukup jauh, maka saya memutuskan untuk membeli JR Pass => karena itin saya ada hari dimana saya pindah dari Osaka ke Tokyo lalu ke Toyama. Namun jika hanya ingin mengeksplore Osaka - Kyoto - Nara lebih ekonomis membeli Kansai Thru Pass. Rute dan apa saja yang bisa dimanfaatkan dengan Kansai Thru Pass bisa di kulik lebih dalam lagi di http://www.surutto.com/tickets/kansai_thru_english.html atau jika hanya ingin mengeksplore Osaka saja, cukup membeli Osaka Amazing Pass => itu sudah puas sekali untuk ngubek-ngubek osaka plus masuk ke amusement park atau ke tempat2 wisata di osaka lainnya. Lebih detilnya bisa di cek di sini: http://www.osaka-info.jp/osp/en/index.html . Macam2 Pass ini bisa kita beli di Indonesia, kalau saya beli di HIS Travel, untuk harga bisa di cek di websitenya ya..
Foto 2: JR Pass kami beli di HIS Travel untuk 7 hari di Jepang. Ini adalah voucher JR Pass yang perlu ditukarkan di counter JR di Jepang.
5. Bawa Masakan beku dari Indonesia. Yap. Saya sangat menyarankan ini karena walaupun sudah banyak informasi mengenai restaurant halal di Jepang dan sudah cukup banyak, In real time disana ketika sudah lelah berkeliling ataupun bolak-balik masuk ke toko-toko di shinsaibashi, bener deh udah ga akan ada hasrat lagi untuk cari satu atau dua restaurant halal di sekitarnya saking wasting time dan cuapeeek. Jadi trik kami adalah kami membawa dari Indonesia ayam dan daging kari matang yang sengaja kami pesan di warung Bugar milik teman kami namanya Jawa. Kami pesan sekitar 1,5 kg total dari 2 menu itu, itu bisa tahan sampai semingu lebih bila dimasukkan ke freezer kulkas. Dan setiap hari kita mau trip menjelajah satu kota kita akan bawa bekal nasi instan yang bisa dibeli di sevel atau minimarket lainnya di Jepang, waktu itu harganya sekitar 200 something yen per 3 tempat nasi. Nasi instan dan lauk frozen kami hangatkan di microwave apartement temapt kami menginap setiap pagi sebelum berangkat, dan itu sangat menghemat budget makan kami selama disana yang notabene sekali makan untuk berdua bisa kena paling murah 1000 yen/ 2 orang.
6. Sewa Wifi dari Indonesia => kalau saya sih anaknya pengen aman aja, Jadi tidak perlu repot antri untuk sewa wifi di Jepang, karena selain repot harus balikin lagi dan antri lagi saya juga takut ketinggalan kereta atau pesawat. Jadi kami sudah sewa di HIS Travel. untuk harganya bisa di cek di websitenya HIS travel juga.
7. Rajin- rajin ikut pameran travel. Saya waktu itu bisa irit beli JR selama 7 hari free wifi di HIS Travel stand saat ada acara Jepang2 (lupa namanya) di AEON Mall BSD. untuk membeli JR Pass syaratnya harus sudah punya visa. Nah, itu lumayan anggaran biaya untuk wifi bisa dialokasikan untuk yang lain.
8. Pakai alas kaki yang nyaman. Selama di sana transportasi yang paling kami andalkan adalah kereta dan jalan kaki. Pastikan sepatu/ sandal yang dipakai nyaman dan aman. Sediakan juga hansaplast untuk berjaga-jaga jika kaki kita lecet. Selain itu saya juga sedia Counterpain untuk kaki pegal dan gula merah yang sudah di potong kecil-kecil. Itu berguna untuk stamina kita jika ingin berjalan jauh agar tidak cepat lelah. Ibu mertua saya baik sekali membekali dengan gula merah yang sudah di potong -potong kecil (hanya untuk sekali emut ukurannya) dan ada kantong plastik kecil juga, jadi kami devide menjadi beberapa kantong kecil untuk di bawa per harinya, sangat praktis.
Foto 3: Sepatu nyaman, tidak perlu mahal yang penting aman dipakai untuk jalan jauh seharian.
9. Jangan lupa bawa colokan internasional (di Jepang pakai yang kaki tiga), untuk mencharge segala perlatan elektronik kita. Suami saya bahkan membawa kabel gulung agar setiap malam semua device bisa di charge bersamaan.
10. Saat Golden Week, datanglah ke kuil di pagi hari. Karena kalau sudah siang ramenya ya Ampuunn,, boro-boro menikmati pemandangan jalan pun sulit. Saat ke Kuil Kiyomizudera di kyoto senang sekali rasanya pagi2 sudah sampai di sana dan bisa ambil foto banyak gaya dengan pemandangan yang bersih dari orang lain. Celakanya ketika esok hari saya kembali lagi ke Kyoto untuk mengunjungi Fushimi Inari, sudah puanjaaang antrian untuk masuk ke jalan- gapura di Fushimi Inari karena kami tiba di sana sudah siang sekitar jam 11-an waktu Jepang. Padahal kan kalau liat foto2 orang yan glagi disana kece-kece banget ya, ini mah boro mau foto, jalan aja harus antri. walhasil kami tidak menuntaskan mendaki sampai dengan puncak tertinggi.
Foto 4: Kiyomizudera Temple main Gate di pagi hari. Masih sepi.
Foto 5: Pintu Masuk Fushimi Inari Taisha Pkl 11.00 Waktu Jepang. Karena Bangun kesiangan sampai sana sudah penuh orang.
Foto 6: Gerbang Fushimi Inari Taisha. Sangat Crowded.
Demikian Sharing-sharing saya kali ini.. Postingan berikutnya akan saya share tentang itinerary kami selama 7hari di Jepang.
Terimakasih sudah membaca ^^






Comments
Post a Comment